Headline

Sumber SkyNews Sebut Bagian Tubuh Jamal Khashoggi Ditemukan

INTERNASIONAL  —  Dua sumber SkyNews menyebut bahwa tubuh jurnalis itu telah terpotong-potong dan wajahnya telah tak berbentuk.

Mereka menyebut dugaan bagian tubuh jurnalis Jamal Khashoggi ditemukan di taman rumah konsulat jenderal Arab Saudi.
Rumah konsulat jenderal Saudi ini hanya berjarak 500 meter dari gedung konsulat Saudi di Istanbul, Turki.

Sebelumnya, salah satu pejabat Saudi menyebut bahwa tubuh wartawan itu telah dibungkus didalam karpet dan diserahkan pada orang lokal yang ditugaskan untuk menghilangkan bukti, demikian dilaporkan SkyNews, seperti yang dikutip JNN (24/10) pukul 18.34 wita.

Berita temuan tubuh Jamal Khashoggi, membuat juru bicara Perdana Menteri Inggris, Theresa May, menyebut bahwa dirinya sangat terganggu dengan laporan temuan ini.

“Lokasi tubuh Khashoggi adalah salah satu pertanyaan yang perlu dijawab sehingga kita menunggu hasil seluruh penyelidikan Turki,” jelasnya, Selasa (23/10) seperti dikutip Reuters.

Dalam pidato didepan parlemen, Presiden Turki Tayyip Erdogan meminta Saudi untuk menahan semua orang yang terlibat dan bertanggung jawab dan bertanya, “mengapa tubuh dari seseorang yang secara resmi disebut telah dibunuh belum juga ditemukan?”

Ia tidak menyebut rekaman audio yang diklaim dimiliki oleh otoritas Turki terkait kematian Khashoggi. Dalam rekaman itu disebut memperdengarkan ketika Khashoggi disiksa, dibunuh, jari-jarinya dipotong, dan dimutilasi.

Temuan bagian tubuh Khashoggi dan versi Erdogan mengenai peristiwa pembunuhan ini bertentangan dengan penjelasan Arab Saudi atas kematian jurnalis itu. Saudi menyebut bahwa Khashoggi tewas dalam perkelahian di dalam konsulat di Istanbul pada 2 Oktober 2018.

Erdogan yang menyebut akan menelanjangi kasus Khashoggi dalam pidatonya itu juga tidak menyebutkan soal Putera Mahkota Mohammed bin Salman. Meski pihak berwenang Turki dan AS menyebut bahwa MbS ada keterkaitan dengan pembunuhan itu.

Diundang ke istana.

Menurut pengakuan seorang penggiat hak azasi manusia di London yang dekat dengan Khashoggi, Yehia Assiri, sebelum larangan bepergian sebelum peristiwa kepada keluarga Khashoggi ini diberlakukan sebagai tekanan bagi Khashoggi agar ia segera kembali ke Saudi.

Namun, meski Khashoggi telah dibunuh dan Raja Salman dan Putera Mahkota Mohammed bin Salman (MbS) telah mengundang mereka ke istana untuk menyampaikan rasa duka cita, larangan bepergian ini belum juga dicabut.  Bahkan larangan bepergian ini telah diberlakukan sejak tahun lalu, seperti dikutip oleh NBC News.

“Jamal memberitahu saya bahwa istrinya dipaksa untuk menceraikan dia setelah ia diberikan larangan perjalan keluar negeri tanpa batasan waktu,” jelas Assiri kepada Middle East Eye (MEE) dari London.

“Selain mengakui tanggung jawab atas kejahatan itu, pihak berwenang Saudi harus segera mengizinkan keluarga Khashoggi untuk melakukan perjalanan lagi. Ini jika mereka benar-benar ingin mengungkap kebenaran,” katanya.

Pertemuan kedua pihak ini dilakukan di Istana Yamama di ibukota Riyadh, Selasa (23/10). Pertemuan dilakukan beberapa jam setelah pidato Presiden Turki Tayyip Erdogan dilakukan, seperti dilaporkan MEE.

Menurut Saudi Press Agency (SPA), putera mahkota dan Raja Salman menyampaikan duka cita mendalam mereka pada keluarga atas pembataian jurnalis tersebut. Anak Khashoggi, Salah, dan pamannya, Sahl, menyampaikan rasa terimakasih atas rasa duka mereka. (JNN/NAS)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top