Duta Luwu Utara

Haeril Al Fajri Sebut 4 Figur Malangke Ini Punya Kans di Pilkada Lutra 2020

LUWU UTARA — Pilkada serentak 2020 menghitung bulan memasuki tahapan. Luwu Utara yang juga masuk daerah yang akan melakukan pilkada 2020 telah ramai membicarakan figur-figur yang dianggap layak maju dikontestasi lima tahunan itu.

Figur-figur yang bermunculan masih wajah-wajah lama dari berbagi wilayah di Luwu utara dan masih didominasi oleh politisi. Munculnya berbagai figur tersebut ikut dikomentari Inspirator Muda Tana Luwu.

Haeril Al Fajri sebagai salah satu Tokoh Pemuda asal Desa Malangke Kec. Malangke Kab. Luwu Utara yang saat ini menjabat sebagai Direktur Macca Indonesia Foundation (MIND) menyambut positif banyaknya figur yang menjadi perbincangan masyarakat.

“Saya bangga banyak tokoh yang diperbincangkan masyarakat Luwu Utara untuk maju pada di Pilkada Lutra 2020, ini adalah bukti masyarakat ingin melibatkan diri dalam menentukan calon pemimpinnya” ujarnya

Saat ditanya mengenai Tokoh dari Malangke yang dianggap layak menjadi figur untuk berkompetisi pada Pilkada 2020, Haeril Al Fajri yang saat ini sementara berada di Makassar untuk beberapa program pengembangan SDM mengatakan saat ini ada empat tokoh yang bisa kita tawarkan ke publik untuk diuji ide dan gagasannya mengenai Luwu Utara secara umum dan Malangke (Kec. Malangke & Kec. Malangke Barat) secara khusus.

“Saya pikir saat ini ada empat figur dari Malangke yang bisa kita tawarkan ke publik, dari kalangan politisi ada Andi Sukma Wakil DPRD Luwu Utara dari Partai Hanura, dari kalangan Pengusaha ada Ronny Abbas yang sudah sukses menjalani bisnis di Jakarta, dari Kalangan Profesional ada Bahtiar Manadjeng sebagai pimpinan salah satu perusahaan dan terakhir dari kalangan Birokrat ada Camat Malbar Sulpiadi yang dianggap sukses memimpin Kec. Malbar” ungkapnya via WA, Selasa 14 Mei 2019.

Tapi menurutnya, keempat tokoh yang disebutkan tadi sebaiknya menjalin komunikasi dengan melibatkan tokoh-tokoh masyarakat di dua kecamatan tersebut.

“Kalau perlu kita semua kumpul, ajak tokoh-tokoh masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Perempuan, Tokoh Pemuda, Tokoh Petani dan Nelayan, ya semacam dialog sambil manre saperra, hal ini mengembalikan politik pada nilai-nilai cultural yang menjadi ciri khas masyarakat Tana Luwu,” tutupnya.

(*)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top