Duta Luwu Utara

Dua Warga Baku-baku Diduga Pelaku Penipuan Online Dibekuk Personel Polres Luwu Utara

LUWU UTARA — Kapolres Luwu Utara melakukan konferensi pers sehubungan dengan penangkapan terhadap pelaku online di Mako Polres Luwu Utara, Kamis (21/3/2019) sore.

Penipuan dengan menggunakan media Instagram dengan berkedok menawarkan jasa pinjaman koperasi dengan bunga ringan.

Kapolres Luwu Utara, AKBP Boy FS Samola mengatakan bahwa kedua tersangka diamankan di Kelurahan Lagaligo, Kecamatan Wara, Kota Palopo yang dipimpin oleh Kanit Idik 1 Sat Reskrim Ipda Rodo P dan Unit Tipiter yang dipimpin oleh Aipda Ikhsan.

“Tersangka berinisial FR(20) dan JI (35), warga Baku-baku, Kecamatan Malangke Barat, Kabupaten Luwu Utara dan beroperasi sekitar satu bulan,” ujarnya.

Boy melanjutkan motif penangkapan pelaku dari laporan korban yang melaporkan penipuan yang dialaminya kemudian tim langsung melakukan penyelidikan dan setelah tim mendapatkan informasi dari pihak bank bahwa uang yang ditransferkan korban kepala pelaku ditarik melalui ATM di Kota Palopo sehingga tim langsung mendatangi ATM tersebut dengan mengecek rekaman CCTV.

“Setelah diperoleh ciri-ciri pelaku maka tim langsung melakukan penangkapan terhadap pelaku dan kedua pelaku diatas mengaku telah melakukan penipuan dengan cara mengiming-imingi korban dengan pinjaman bunga ringan,” pungkasnya.

Kapolres menambahkan korban tergiur dengan bunga ringan sehingga korban mengirimkan sejumlah uang kepada pelaku melalui bank dengan alasan biaya administrasi dan biaya asuransi sampai sekitar Rp.10.000.000 (sepuluh juta rupiah).

“Kedua pelaku dan barang bukti di amankan di Mako polres Luwu Utara, adapun barang bukti yang di amankan yaitu 5 unit handphone, 2 buah dompet, 6 buah kartu SIM Telkomsel, 1 buah kartu Indosat, 2 lembar kartu ATM Bank CIMB Niaga dan BRI serta uang tunai sekitar Rp.5.185.000,” tuturnya.

Kedua pelaku dijerat pasal 45 A JO pasal 28 ayat 1 UU Indonesia no 19 tahun 2016 tentang perubahan undang-undang republik Indonesia nomor 11 tahun 2008 informasi tentang transaksi elektronik dengan ancaman pidana 6 tahun penjara dengan denda 1 Milyar atau Subsider pasal 378 KUHP dengan ancaman pidana 4 tahun.

Penulis: Putri

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top