Duta Luwu Timur

Di Lutim Ada Kepsek yang Didemo, Hanya Gara-gara Senggol “Biji” Siswanya

MALILI — Apes amat nasib kepala sekolah ini. Gegara “biji” siswanya yang kesenggol jemari sang Kepsek, ia hampir dianiaya massa pendemo yang juga anak muridnya sendiri, Kamis 15 Februari 2019.

Aksa Kadir, Kepala SMKN 1 Malili, Kabupaten Luwu Timur yang apes itu membantah tudingan pelecehan seksual yang dituduhkan kepadanya.

“Ah, itu tidak benar, saya tidak pegang kemaluan siswa itu,” ungkap Aksa, Kamis (15/02/19) malam.

Aksa pun menceritakan kronologis peristiwa yang dialaminya saat itu.

“Saya memang hukum anak itu, karena saya dapati dia bolos di jam sekolah dengan cara memanjat pagar, lalu saya suruh lari menuju sekolah kemudian saya perintahkan pergi salat Duhur,” ucap Kepsek.

Lanjut Aksa. Bukan hanya itu, saya juga menyuruh siswa ini membersihkan sarang laba-laba yang melekat di plafon, dengan posisi berdiri diatas meja sembari saya beri penyapu ijuk sebagai bentuk hukuman.

“Seingat ku, saya tidak memegang kemaluannya seperti yang ditudingkan dengan cara sengaja, saya hanya menunjuk, entahlah apakah saya tidak sengaja menyentuh atau bagaimana, yang jelas saya hanya menunjuk ke arah plafon, ada saksinya guru-guru kok yang melihat,” terang Aksa.

Lanjutnya, saya juga kaget di telepon guru-guru setelah salat Ashar bahwa siswa siswi teman-teman S, pelajar yang ia hukum itu menggelar aksi unjukrasa di sekolah. Sementara posisi saya saat itu sedang berada di Lampia, Desa Harapan, Kecamatan Malili, untuk mengambil rambutan.

“Kalau ada yang bilang saya melarikan diri itu tidak benar, karena saya sedang berada di Lampia, lagi mengambil rambutan atas pesanan Ibu Kabidmen UPT Cabang Dinas Pendidikan untuk dibawa ke Makassar malam ini,” akunya.

Setelah saya balik dari Lampia, saya di panggil ke Polres Lutim untuk diperiksa tepat sebelum salat Ashar.

“Saya dimintai keterangan selama dua jam, dan saya juga tidak tahu tiba-tiba saja saya sudah dipanggil Polisi atas persoalan itu,” ucapnya.

Ayah dari tiga anak ini menambahkan kalau dirinya sama sekali tidak menyentuh kemaluan siswa tersebut dengan unsur kesengajaan.

 

Keterangan Kepsek Bertolak Belakang dengan Keterangan Siswa

Sebelumnya, ratusan pelajar SMKN 1 Malili menggelar aksi unjuk rasa di halaman sekolah, Kamis siang tadi.

Hal itu dipicu adanya dugaan pelecehan terhadap salah seorang siswa berinisial S jurusan pengelasan.

Sebagaimana pengakuan S, bahwasanya kemaluannya diremas-remas oleh kepala sekolahnya itu sebanyak dua kali di dalam ruang kepala sekolah.

Siswa berinisial S itu dipanggil menghadap Kepsek lantaran melanggar peraturan sekolah.

Tak terima perlakuan itu, S pun menceritakan peristiwa yang dialami pada teman-temannya, yang kemudian memicu kemarahan dan aksi protes

S, siswa yang mengaku jadi korban adalah pelajar kelas 10 jurusan pengelasan di SMKN 1 Malili.

“Perilaku kepala sekolah yang tidak senonoh itu tidak saya terima, dan saya mendatangi ruangannya tapi dia telah kabur,” ucap S.(JNN/**)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top