Headline

Ada yang Panik, Prabowo-Sandi Diserang Black Campaign

Oleh: LJ Subiakto
 
Prabowo-Sandi difitnah, dihujat dan dibully sudah sering. Diserang dengan isu yang masuk kategori black campaign pun sudah pernah.
Kita masih ingat soal tabloid Indonesia Berkah yang isinya memfitnah Paslon 02. Masyarakat pun melaporkannya ke Bawaslu. Sayang respon Bawaslu seperti sudah ditebak, menyatakan bukan pelanggaran pemilu.
Setelah tidak mempan melakukannya di masjid masjid, dan pesantren, kini selebaran yang berisi konten black campaign terhadap Paslon nomor 02 itu menyasar minimarket.
Selebaran yang mengatasnamakan Masyarakat Anti Golput yang berisi black campaign terhadap Paslon 02, beredar di sejumlah Whatsapp Group, sejak Selasa (27/3) malam.
Dalam pesannya, selebaran ini disebutkan, disebarkan dan diletakkan di lokasi yang mudah terlihat oleh pengunjung di sejumlah minimarket (alf*ma** dan in**ma**).
Si Pemrakarsa selebaran itu mungkin ingin menyasar masyarakat yang masih awam, swing voter dan undecided voter. Mereka mentargetkan area yang merupakan lokasi favorit masyarakat, minimarket, yang hampir tiap menit didatangi masyarakat. Sungguh, niat mereka sangat jahat. Menjelekkan paslon 02 sementara Paslon 01 dipuja habis-habisan dalam selebaran yang sama.
Selebaran itu makin memperlihatkan terjadi kepanikan luar biasa di kubu petahana atau setidaknya pendukung petahana. Prabowo-Sandi makin ‘ditekan’ justru ribuan masyarakat makin antusias menyambut perubahan kepemimpinan nasional bahkan di kantong-kantong suara Jokowi saat Pilpres 2014 lalu. Sulsel, Bali, dan Papua, tiga daerah yang di 2014 jadi kantung suara petahana ‘diobrak abrik’ Prabowo-Sandi.
Jika kalian WNI dan calon pemilih, setuju dengan #demokrasisejuk #kampanyesejuk, yang diusung KPU beserta kedua Paslon di Monas pada awal tahapan Pilpres dan Pemilu lalu, maka jika menemukan selebaran tersebut, harap diamankan dan dikumpulkan untuk kemudian dilaporkan ke Bawaslu setempat. Semoga Bawaslu bisa menyikapi dengan tegas, karena selebaran itu beredar pada masa kampanye terbuka.
Saya juga mengimbau buat siapapun yang telah menerima foto selebaran tersebut untuk tidak disebarkan lagi. Kalaupun ingin memberitahu agar masyarakat waspada, foto-foto selebaran tersebut supaya di-blur agar niat jahat si pemrakarsa, pembuat, dan penyebar selebaran tidak makin menyebar secara masif. (*)
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top